BRMP Sumsel Kawal Adopsi Teknologi PM-AAS pada Gerakan Tanam Serentak di Ogan Ilir
OGAN ILIR - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Selatan terus mengawal percepatan modernisasi pertanian melalui Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2025 di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (18/7/2026). Penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 4 hektar milik Brigade Pangan Sepakat Maju sebagai awal pengelolaan hamparan seluas 183 hektare dengan mengedepankan penerapan teknologi Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Kegiatan ini dihadiri oleh Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala BBPKH Cinagara, Direktur Wilayah Kementerian Pertanian sekaligus Kepala BRMP Sumsel, perwakilan Danrem 044/Gapo, Bupati Ogan Ilir yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Kepala BPTPH Provinsi Sumatera Selatan, penyuluh pertanian, serta para petani.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menegaskan bahwa penerapan teknologi PM-AAS menjadi inovasi penting untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan pendapatan petani. Dukungan terhadap program swasembada pangan juga ditegaskan oleh TNI yang menyatakan komitmennya mengawal pelaksanaan program pertanian nasional. Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Selatan menekankan bahwa modernisasi pertanian merupakan kunci peningkatan produksi padi, sedangkan Kepala BBPKH Cinagara mengajak seluruh penyuluh aktif mendampingi petani dan Brigade Pangan agar teknologi PM-AAS dapat diterapkan secara optimal.
Usai penyampaian arahan, seluruh peserta melakukan tanam padi secara simbolis menggunakan mesin drum seeder sebagai wujud penerapan mekanisasi pertanian. Kehadiran BRMP Sumsel dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengawal adopsi teknologi PM-AAS di tingkat petani sehingga percepatan tanam, peningkatan produktivitas, dan target swasembada pangan nasional dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.